SKRIPSI JARINGAN KOMPUTER BAB 2 LANJUTAN


Model OSI Layer

         Open System Interconnection (OSI) adalah suatu model jaringan yang didesain oleh International Organization of Standarization (ISO). ISO adalah Sebuah Lembaga International pengembangan standar untuk berbagai subyek. Organisasi ini bersifat sukarela. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengembangan standarisasi dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hal itu untuk memfasilitasi pertukaran barang dan jasa di lingkup internasional dan mengembangkan kerja sama dalam bidang dan kegiatan intelektual, ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonomi OSI layer adalah model untuk arsitektur komunikasi komputer, serta sebagai kerangka kerja bagi pengembangan standard-standard protokol. (Stallings, 2001)


Lapisan pada Model OSI, yaitu :



Physical Layer



Meliputi interface fisik antara suatu perangkat transmisi data (misalnya, workstation, komputer) dengan sebuah media transmisi atau jaringan. Layer ini berhubungan langsung dengan hardware. Physical Layer mendefinisikan semua spesifikasi fisik dan elektris untuk semua peralatan meliputi level tegangan, spesifikasi kabel, tipe konektor dan timing. Physical layer melakukan dua hal: mengirim dan menerima bit. Bit hanya mempunyai dua nilai, 1 dan 0. Physical layer berkomunikasi langsung dengan berbagai jenis media komunikasi. Berbagai jenis media yang berbeda merepresentasikan nilai bit ini dengan cara yang berbeda. Beberapa menggunakan nada audio, sementara yang lain menggunakan state transition yaitu perubahan tegangan listrik dari tinggi ke rendah dan sebaliknya.

Data Link Layer

         Data Link Layer berfungsi menghasilkan alamat fisik (physical addressing), pesan-pesan kesalahan (error notifications), pemesanan pengiriman data (flow control). Switch dan bridge merupakan peralatan yang bekerja yang bekerja pada layer ini.


Network Layer


         Network Layer menyiapkan transfer informasi diantara end-system lewat jaringan komunikasi. Bertanggung jawab terhadap pengiriman paket data dari sumber awal ke tujuan akhir. Network Layer bertanggung jawab dalam network routing, addressing, dan logical protocol. Peralatan yang bekerja pada layer ini adalah router.

Transport Layer

         Berfungsi untuk menyediakan suatu mekanisme perubahan data di antara ujung sistem (memecah informasi menjadi paket- paket dan menyusun paket-paket menjadi informasi).

Session Layer

         Layer ini berfungsi untuk menyelenggarakan, mengatur dan memutuskan sesi komunikasi. Session Layer menyediakan layanan kepada layer presentation dan mengatur pertukaran.

Presentation Layer

         Presentation Layer merupakan layer penerjemah, enkripsi, dekripsi dan kompresi. Layer ini didesain untuk menangani syntax dan semantic dari pertukaran informasi antara dua sistem.

Application Layer

         Application Layer bertanggung jawab dalam hal penyediaan layanan untuk user. Layer ini menyediakan user interface dan mendukung layanan seperti e-mail, remote file access dan transfer, internet dan lain-lain.

QoS (Quality of Service)

         QoS merupakan metode pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari suatu service. Quality of Service (QoS) digunakan untuk mengukur sekumpulan atribut performa yang telah diasosiasikan dengan suatu service, dengan parameter berupa delay, jitter, packet loss dan throughput (TIPHON, 1999).

         Fatoni (2011) menyatakan QoS adalah kemampuan suatu jaringan untuk menyediakan layanan yang baik dengan menyediakan bandwith, mengatasi jitter dan delay. Parameter QoS adalah latency, jitter, packet loss, throughput, mean opinion source (MOS), echo cancellation dan post dial delay (PDD). QoS sangat ditentukan oleh kualitas jaringan yang digunakan. Terdapat beberapa faktor yang dapat menurunkan nilai QoS seperti : redaman, distorsi dan noise. Quality of Service digunakan untuk mengukur tingkat kinerja koneksi jaringan TCP/IP internet atau jaringan komputer.

1. Best-effort service

         Best-effort service adalah satu model layanan dimana aplikasi mengirim data setiap kali diharuskan dalam setiap kuantitas, dan tanpa meminta izin atau memberitahukan terlebih dahulu kepada jaringan. Untuk layanan Best-effort service, jaringan mengirimkan data jika bisa, tanpa jaminan kehandalan batas, atau throughput (Kamarullah, 2009).

2. Integrated service

         Integrated service adalah layanan beberapa model yang dapat menampung beberapa persyaratan QoS. Dalam model ini aplikasi meminta jenis layanan tertentu dari jaringan sebelum mengirim data. Aplikasi menginformasikan jaringan dari traffic profile dan meminta jenis layanan tertentu yang dapat mencakup bandwidth dan delay requirement. Aplikasi ini diharapkan untuk mengirim data hanya setelah mendapat konfirmasi dari jaringan (Kamarullah, 2009).

3. Differentiated service

         Differentiated service adalah layanan beberapa model yang dapat memenuhi persyaratan QoS yang berbeda. Namun, tidak seperti dalam model Integrated service, aplikasi yang menggunakan Differentiated service tidak secara eksplisit memberi isyarat router sebelum mengirim data. Ketika di pertama kali mendengar kata QoS di pasti mengartikannya sebagai kualitas dari suatu pelayanan. Sebenarnya, QoS sangat popular dan menyimpan banyak istilah yang sangat sering dilihat dari perspektif yang berbeda yaitu dari segi jaringan (networking), pengembangan aplikasi (application development) dan lain sebagainya. Dari segi networking, QoS mengacu kepada kemampuan memberikan pelayanan berbeda kepada lalulintas jaringan dengan kelas-kelas yang berbeda. Tujuan akhir dari QoS adalah memberikan network service yang lebih baik dan terencana dengan dedicated bandwith, jitter dan latency yang terkontrol dan meningkatkan loss karakteristik. Atau QoS adalah kemampuan dalam menjamin pengiriman arus data penting atau dengan kata lain kumpulan dari berbagai kriteria performansi yang menentukan tingkat kepuasan penggunaan suatu layanan (Kamarullah, 2009).

         Konsep Quality of Service (QoS) dalam rekomendasi ITU-T E.800 didefinisikan sebagai efek kolektif dari kinerja layanan, yang menentukan tingkat kepuasan pengguna layanan. QoS terdiri dari seperangkat parameter yang berhubungan dengan kinerja traffic jaringan. QoS juga mencakup banyak konsep lainnya seperti kinerja dukungan layanan, kinerja operabilitas layanan, kemampuan melayani serta kinerja layanan keamanan (ITU-T, 2006). Berikut adalah tabel indeks parameter Quality of Service :

Parameter QoS (Quality of Service)

         QoS terdiri dari beberapa parameter diantaranya bandwidth, delay, jitter, packet loss dan throughput. Masing – masing parameter memiliki penjelasan sebagai berikut (Umam dan Handoko, 2015)

1. Bandwitdh
         Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Frekuensi sinyal dalam satuan Hertz. Di dalam jaringan komputer, bandwidth sering digunakan sebagai suatu sinonim untuk kecepatan transfer data (transfer rate) yaitu jumlah data yang dapat dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (pada umumnya dalam detik). Jenis bandwidth ini biasanya diukur dalam bps(bits per second).

2. Delay
         Delay adalah waktu yang dibutuhkan paket untuk mencapai tujuan, karena adanya antrian, atau mengambil rute lain untuk menghindari kemacetan. Menurut versi TIPHON (Telecommunication and Internet Protocol Harmonization Over Network) standarisasi nilai delay/latency terlihat pada

 3. Jitter
         Jitter didefinisikan sebagai perubahan latency pada suatu periode. Jitter merupakan penundaan perpariasi dari waktu ke waktu. Jitter juga didefinisikan sebagai gangguan pada komunikasi digital maupun analog yang disebabkan oleh perubahan sinyal karena referensi posisi waktu. Adanya jitter ini dapat mengakibatkan hilangnya data, terutama pada pengiriman data dengan kecepatan tinggi. Secara umum terdapat empat kategori penurunan kualitas jaringan berdasarkan nilai jitter sesuai versi standarisasi TIPHON (Telecommunication and Internet Protocol Harmonization Over Network) seperti pada Tabel 2.5. (Umam dan Handoko, 2015)

4. Packet Loss
         Packet loss didefinisikan sebagai kegagalan transmisi paket data mencapai tujuannya. Kegagalan paket tersebut mencapai tujuan dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan, diantaranya yaitu:
         Terjadinya overload trafik dalam jaringan.
         Tabrakan (congestion) dalam jaringan.
         Error yang terjadi pada media fisik.
         Kegagalan yang terjadi pada sisi perima antara lain bisa disebabkan oleh overflow yang terjadi pada buffer.
         Dalam sebuah jaringan, nilai packet loss diharapkan mempunyai nilai minimum. Secara umum terdapat empat kategori penurunan kualitas berdasarkan nilai packet loss sesuai dengan versi Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Network (TIPHON), dengan standarisasi nilai.

5. Throughput
         Throughput adalah kemampuan sebenarnya suatu jaringan dalam melakukan pengiriman data. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. Biasanya throughput selalu dikaitkan dengan bandwidth. (Umam dan Handoko, 2015)

Software Axence NetTools
         NetTools adalah mengukur kinerja jaringan dan cepat mendiagnosa masalah jaringan. komponen yang paling kuat adalah grafis NetWatch dengan riwayat waktu respon dan paket yang hilang (untuk memantau ketersediaan host Anda). Ini juga terdiri dari alat-alat populer lainnya seperti jejak, lookup, port scanner, scanner jaringan dan browser SNMP. Berikut menu yang bisa digunakan (axence software , 2014)

         NetWatch adalah Sebuah alat yang kuat yang memungkinkan Anda untuk memonitor ketersediaan beberapa host dan mereka waktu respon secara bersamaan. Anda juga dapat mengatur beberapa ambang untuk NetTools untuk memberitahu Anda melalui e-mail, pesan, tray icon atau suara dalam kasus masalah (yaitu tuan rumah tidak menanggapi, koneksi lambat, atau terlalu banyak paket yang hilang). NetWatch termasuk multiping dengan grafik terbaik, dengan riwayat waktu respon dan persentase paket yang hilang. Seiring dengan memperingatkan, ini adalah bagian paling penting dari NetTools karena membantu Anda melacak ketersediaan host Anda dan beban jaringan perkiraan dari waktu ke waktu.
         Ping Sebuah pengganti visual yang untuk Windows ping, tetapi dengan riwayat 5 menit. Sangat mudah digunakan ketika Anda hanya perlu memeriksa satu host dengan cepat
         Bandwidth Apakah Anda ingin tahu seberapa cepat jaringan Anda? Ini adalah alat untuk Anda. Apa

Software Wireshark
         Wireshark merupakan sebuah software sniffer freeware yang dapat didownload dengan mudah di www.wireshark.org. Wireshark adalah packet analyzer gratis dan open source. Tools ini seringkali digunakan untuk menemukan masalah pada jaringan, pengembangan perangkat lunak dan protokol komunikasi, dan Pendidikan. Wireshark bersifat cross platform dan menggunakan pcap untuk meng-capture paket jaringan. Wireshark dapat berjalan pada hampir semua sistem operasi yang tersedia. Wireshark merupakan salah satu aplikasi open source yang digunakan sebagai alat analisa protocol jaringan. Wireshark dikembangkan oleh lebih dari 600 pengembang selama lebih dari sembilan tahun dan tidak kurang 300.000 download per bulannya. Karena wireshark open source maka bebas untuk digunakan, didistribusikan dan dimodifikasi dengan menggunakan lisensi GNU (General Public License) .Fungsi wireshark yaitu menganalisa data yang melintas pada media transmisi dan mempresentasikan informasi yang didapat secara logis sesuai dengan model OSI Reference (Fauzi, 2019).

Semoga bermanfaat

Terimakasih :)


0 Response to "SKRIPSI JARINGAN KOMPUTER BAB 2 LANJUTAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel